Minggu, 18 Oktober 2015

Kenapa aku pacaran?

Menasehati itu hal yang sangat mulia. Yang jadi pertanyaan adalah orang yang menasehati itu konsisten gak dengan apa yang diucapkannya? Setidaknya dia sudah menasehati anda. Ambillah yang baiknya.

Oke. Kita saling menasehati. Kita sepakati itu. Asalkan jangan ngerasa jadi orang yang paling bener saja. Jika itu ada pada diri anda sebaiknya urungkan kembali niat anda untuk menasehati. Karena nantinya bukan orang lain yang akan anda nasehati malahan nasehat anda untuk anda.

Kejadian loh. Kenapa begitu? Kok bisa begitu?
Namanya juga manusia. Tidak ada di dunia ini manusia yang luput dari yang namanya salah dan khilap. Sepakat yah. Mungkin saja khilap. Kita coba husnudzhan ajalah.

Yang menasehati kok jauh lebih aneh dari yang dinasehati.
Kita sepakatin lagi. Mungkin dia lupa kalau pernah menasehati.
Akhirnya malu sendiri kan.

Intinya ayo sama-sama kita saling mengingatkan asalkan kita jangan merasa kalau kita itu paling bener.
Kalau bisa dan memungkinkan yang paling bagus itu menasehati dengan contoh. itu baru dua jempol.

Kita sepakat yah. "Dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran" lihat deh Al-Isra':32
Aku gak munafik loh. Walaupun aku tahu jelas bahwa yang namanya pacaran adalah hal tidak seharusnya dipraktekan. Emang bener. Sangat susah menegakkan jalan kebenaran. Segalanya butuh proses dan waktu. Termasuk aku.
Yang lucu adalah. Orang yang mengatakan "pacaran itu tidak ada di Islam". Oke ngerti. Lanjut lagi dia "mendingan gak usah pacaran karena pacaran mendekatkan kita ke jurang keburukan" sangat luar biasanya dia. Aku angkat jempol satu. Lanjut lagi dia "ingin nikah sajalah gak mau pacaran" tambah kagum kan aku. Salut deh sama orang yang kayak gituh. Dua jempol aku angkat.

Bummm.....bumm.....bummm ( selang beberapa bulan)
Lah. Loh. Nah loh. Kok dia malah pacaran. Ketawa kan jadinya. Tanda tanya besar muter-muter di atas kepala ku. Sekali lagi tanda tanya yah bukan bintang.

Sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga baunya. Itulah kalimat yang tepat untuk dikatakan. Ketawa semakin ngakak.
Gilee.........pacarannya jauh diatas rata-rata. Tepak jidat.
Aslinya. Sampe gak percaya. Geleng-geleng kepala.

Oke. Sekali lagi itulah manusia biasa. Terkadang ada waktu dan saatnya apa yang ia katakan tidak sesuai dengan apa yang ia lakukan.
Setiap orang tentunya memiliki sudut pandang yang berbeda memaknai tentang arti "pacaran". Siapapun kamu yang sekarang lagi pacaran. Itu hak kamu. Termasuk aku. Kamu lah yang mengerti kamu. Termasuk aku. Kamu lah yang paham kamu. Termasuk aku. Tuhan mu telah menyipkan dua tempat. Pilihan ada ditangan mu.

#salam perdamaian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar